Modal utama untuk mulai menulis sebuah novel adalah memiliki
ide cerita yang bagus. Ya, gak mungkin dong kamu lebih memilih ide
cerita yang buruk, dari pada yang bagus.
Hanya saja, ternyata ide cerita yang bagus itu belum tentu
berubah menjadi sebuah karya yang bagus. Karya yang bayak disukai banyak orang.
Karya yang best-seller. Sebenarnya di sini ada beberapa alasannya yang pasti
banyak penulis juga mengalaminya. Yuk, simak daftar di bawah ini!
1. Tidak Melakukan Riset yang Mendalam
Ini adalah kesalahan fatal bagi penulis. Memang, untuk menciptakan
novel yang perlu kamu lakukan adalah menulis dan menulis. Hanya saja, kamu juga
perlu melakukan beberapa penelitian di belakangnya.
Adapun riset yang perlu dilakukan, seperti riset tentang
tokoh, riset untuk latar, dan beberapa sejarah (jika kamu menggunakannya). Kamu
menggunakan tokoh Malin Kundang, tapi menuliskan kalau dia berasal dari Jawa
Barat? Kamu telah melakukan kesalahan besar!
Baca juga: 3 Tips Tetap Konsisten dalam Menulis
Kamu ingin menuliskan tentang makanan khas Papua, tapi malah
tidak tahu apa bahan dasar pembuatannya? Aku yakin, kamu akan ditandai sebagai
penulis yang malas. Riset yang mendalam akan membuatmu menciptakan karya yang
lebih terasa hidup dan menarik.
2. Cara Menulis Masih Biasa-Biasa Saja
Tidak dapat dipungkiri seberapa menarik pun sebuah karya,
kalau ditangan seorang yang masih belum profesional, tentu hasilnya akan
biasa-biasa saja. Mari kita lihat yang sering ditonton saja, sebut saja Drama Korea,
padahal permasalahannya sudah sangat menarik, tapi tiba-tiba kok jalan
ceritanya cringe begitu? Kok aneh? Kok tiba-tiba datar?
Nah, seperti itu gambarannya.
Kamu tidak bisa langsung menjadi penulis hebat dalam satu
malam. Perlu latihan secara konsisten untuk mencapainya. Ya, walaupun di awal
tidak dapat menciptakan karya bagus dengan ide cerita yang brilian, tapi
setidaknya saat itu kamu sudah belajar. Karya selanjutnya pasti tulisanmu sudah
jauh lebih berkembang.
Saat itulah kamu bisa memutuskan ingin merevisi ide bagus
itu kembali, atau mencari ide bagus lain untuk menciptakan karya yang memukau.
3. Salah Target Pasar Penjualan
Aku yang pecinta thriller, kemungkinan besar akan menganggap
karya drama perselingkuhan itu tidak bagus. Kamu yang pecinta romance,
kemungkinan besar menganggap karya yang horor itu kurang menarik. Itulah yang
dinamakan salah target pasar.
Agar karyamu dianggap bagus, kamu harus menunjukkan kepada
orang yang menyukai genre serupa. Masuk ke dalam lingkungan anak SMP dan SMA kalau
kamu menulis genre young adult. Masuk dan racuni mereka agar karyamu
dibaca.
Walaupun ada orang dewasa yang juga menyukai genre YA, namun
ini susah diprediksi siapa orangnya. Dengan adanya sebuah lingkungan atau
komunitas, orang dewasa itu kemungkinan juga akan ikut bergabung untuk
menemukan bahwa karya yang kamu ciptakan itu bagus.
Baca juga: Jalan Ninja Mendapatkan Ide Nulis dengan Gampang
Menjadi penulis memang terkadang susah, terkadang gampang
(walau entah bagian mananya yang gampang). Bermodal ide yang sangat luar biasa
tidak dapat membuatmu menjadi penulis terkenal. Bahkan jika idemu dan Dee
Lestari itu sama, aku yakin novel yang dihasilkan akan berbeda.
Namun, dengan memperbanyak latihan dan konsisten menulis,
siapa tahu karyamu bisa melampaui penulis Aroma Karsa itu kan? Siapa yang tahu.
Yuk, atur jadwal menulismu sekarang untuk menjadi konsisten seperti para penulis
hebat itu!
0 Komentar
Komen yang halus-halus aja, ya...