Pernah gak sih kamu ingin mengunjungi toko buku yang unik,
aneh, dan ajaib? Nah, mumpung belum ada di dunia nyata, Cobain dulu baca
macam-macam toko buku ajaib yang ada dalam buku The Alley of Fantasy Bookshops.
Kamu gak akan pernah menyangka ada toko buku macam apa di
sini, asli! Dari toko buku yang bisa memunculkan monster pembunuh, sampai toko
buku aneh yang menyimpan buku-buku mati kayak kuburan. Penasaran gak sih? Yuk,
liat review aku dulu sebelum memutuskan untuk beli!
Tentang Apa sih Buku The Alley of Fantasy Bookshops?
The Alley of Fantasy Booshops ini adalah buku yang
berisi kumpulan cerita pendek (kumcer) tentang macam-macam toko buku dengan
segala keunikannya. Ada toko buku kuburan, ada toko buku empat dimensi, ada
toko buku tengah malam, dan ada juga toko buku hantu.
Kurang unik apa lagi coba?
Semua imajinasi ini datang dari ide penulis yang memiliki
pengalaman di dunia perbukuan asli di dunia nyata. Misalnya, buku-buku
yang sudah lama gak dibaca, buku-buku langka, atau buku-buku yang bisa
menyelesaikan masalah banyak orang.
Kalau kamu membaca buku Toko Jajanan Zenitendo, nah vibes-nya
sama kayak The Alley of Fantasy Bookshops ini. Sama-sama ada unsur
fantasi, berisi kumcer, dan cocok dibaca oleh semua kalangan.
Plus & Minus Buku The Alley of Fantasy Bookshops
Aku suka membaca buku anak-anak atau buku yang targetnya
adalah anak-anak. Menurutku, buku ini memiliki target pembaca anak-anak dan remaja, tapi juga cocok banget dibaca oleh orang dewasa. Tapi, walau ini genre kesukaanku, tentu ada beberapa hal yang plus dan minus di dalamnya, kan? Yuk, check this out!
1. Hal yang aku sukai dari buku ini
- Terjemahannya sangat mulus. Aku suka dengan Asian lit dengan terjemahan yang mulus begini.
- Buku dimulai dengan cerita menegangkan, di mana monster-monster muncul dan memangsa manusia. Ini sangat menyita perhatianku.
- Setiap cerpen memiliki amanat yang sangat bagus.
2. Hal yang tidak kusukai dari buku ini
- Tidak semua judul memiliki permasalahan yang pelik, sehingga aku harus berhenti sebentar karena aku butuh asupan konflik untuk membuatku semangat.
- Bukan buku sekali duduk menurutku karena cerita-cerita berbeda, dengan penulis yang berbeda. Jadi, harus mencerna terlebih dahulu.
Review The Alley of Fantasy Bookshops
Untuk menarik
minat orang-orang untuk membaca buku, lahirlah banyak toko buku dan
kejadian-kejadian aneh di dalamnya. Ini adalah ide cerita yang sangat
menarik dan unik. Apalagi pas tau akan dijadikan drakor, wah makin menarik nih.
Jujur, karena
buku ini aku jadi ingin memiliki satu toko buku yang beda dari yang lain. Aku
ingin banyak pembaca datang dan membeli karena penasaran dengan tokoku. Tapi,
aku belum tau temanya hehe.
Soalnya
memang di sekitarku itu orang-orang pada gak suka membaca. Termasuk keluargaku
sendiri. Yah, aku ingin membuat orang-orang yang gak suka membaca jadi
tertarik. Aku berharap punya kekuatan super!
Karakter-karakter di sini cukup mudah
diingat dan khas. Berbeda cerita, berbeda pula karakternya. Dan yang paling
kuingat adalah karakter anak lelaki nakal yang koma. Dulu dia jail banget,
terus pas koma dia dikasih hukuman jadi penjaga buku. Sebuah hukuman yang
sangat bermanfaat.
Untuk plot
dan gaya penulisan tiap cerita juga gak ada yang sama. Unik-unik banget,
bahkan sampai aku gak kepikiran. Cuma, memang toko buku empat dimensi
membuatku sedikit bingung sih. Aku gak tahu arahnya ke mana. Cuma, aku menyimpulkan
bahwa si penjaga buku ingin pelanggannya tahu bahwa masa depannya itu cerah dan
gemilang sebagai novelis.
Buku begini biasanya aku baca di waktu senggang, bukan khusus untuk baca ini. Ketika aku baca
novel berat, aku selingi sama ini. Jadi tuh rasanya menyenangkan dan menghibur.
Aku ingin membaca lebih banyak buku-buku asyik seperti ini.
Tenang saja
buat yang gak suka sama plot hole, buku ini memiliki ending yang
memuaskan dan jelas. Gak heran sih, karena target pembacanya kan young adult,
ya. Biar amanatnya lebih tertangkap dan tidak perlu mikir bikin pusing.
Aku cukup merekomendasikan kamu membaca buku ini kalau lagi lelah, jenuh, dan malas membaca.
Rekomendasi Buku dengan Vibe yang Sama
Kalau kamu juga menyukai buku The Alley of Fantasy
Bookshops, kamu pasti akan menyukai beberapa rekomendasi buku di bahwa ini.
Tenang aja, semuanya penuh pesan moral, menyenangkan dibaca, dan cocok dibaca untuk
umur di bawah.
1. Toko Jajanan Zenitendo 1-9 karya Reiko Hiroshima
Di toko jajanan ajaib Zenitendo semua keinginan pembelinya bisa terwujud. Hanya saja, semua perkataan Beniko, pemilik toko, harus selalu dituruti. Jika tidak, nasib buruk akan menjadi akibatnya.... Jajanan dalam buku ini, di antaranya: Permen Jeli Putri Duyung, Es Berhantu, dan Biskuit Binatang Buas. Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo telah terjual jutaan kopi di Jepang dan Korea. Novel bestseller asal Jepang ini berkisah tentang toko jajanan ajaib yang dapat mewujudkan keinginan setiap pembelinya. Beniko, nyonya pemilik Zenitendo, akan menawarkan jajanan-jajanan unik nan ajaib kepada para pembelinya. Namun, berhati-hatilah, karena jika pembeli tidak mengikuti saran Beniko, nasib buruk akan siap-siap menanti. Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1 & 2 akan segera diterbitkan oleh Penerbit POP, imprint KPG untuk pembaca muda.
Sukses diterbitkan sebagai buku, anime Zenitendo mulai tayang sejak 2020 di saluran TV Jepang, NHK. Menyusul kesuksesan buku dan anime, Zenitendo juga akan diangkat menjadi drama Korea dengan pemeran utama Ra Mi-ran (The Good Bad Mother & Reply 1988) dan Lee Re (Move to Heaven & Hellbound).
2. Ensiklopedia
Faeri karya Emilu Wilde
Emily Wilde adalah profesor dryadologi di Cambridge yang
cukup dikenal sebagai ilmuwan jenius di bidangnya. Demi menyelesaikan
ensiklopedia faerie yang dia tulis, Emily mengunjungi desa Hrafnsvik yang
terpencil. Penelitian terhadap folklor membutuhkan banyak wawancara dengan warga setempat. Sayangnya, Emily payah dalam bersosialisasi. Entah bagaimana dia
menyinggung semua warga desa sehingga sebagian besar dari mereka enggan diajak
bicara.
Ketika sedang pusing dengan masalahnya, rival akademis
Emily, Wendell Bambleby, datang merecokinya dan mengatakan dia ingin bergabung
dengan penelitian Emily. Yang bikin Emily sebal, Bambleby yang tampan dan supel
berhasil akrab dengan penduduk desa sehingga memudahkan penelitian Emily.
Selagi Emily mengungkapkan misteri Kaum Tersembunyi—folk di
Hrafnsvik—dia perlahan-lahan mencoba menjawab misteri mengenai Bambleby. Siapa
dia sebenarnya dan apa yang sebenarnya dia inginkan?
3. Kastel
Terpencil di Dalam Cermin karya
Misuki Tsujimura
Aku ingin menolongmu.
Kokoro merasa terusir dari kelasnya sendiri hingga ia
mengurung diri di rumah dan menolak pergi ke sekolah. Pada suatu hari, cermin
di dalam kamarnya mengeluarkan cahaya terang. Dan di dalam cermin tersebut ada
bangunan misterius yang mirip sebuah kastel. Ada tujuh orang yang juga
“diundang” ke sana—mereka yang menolak pergi ke sekolah seperti Kokoro.
Untuk apa mereka bertujuh dikumpulkan di kastel? Siapakah
sebenarnya sosok gadis bertopeng serigala yang mengundang mereka?
4) Ketika
Anak-Anak Pergi karya Ziggy
Zezsyazeoviennazabrizkie
AAAAAAAAAAAA!!!!
KELUARKAN MI!!
MIIIIIIIII!!!!
MI DITANGKAAAAAAP!
KEMBALIKAN MI!!!
MI DITANGKAP!!!
TOLOOOOOONG!!!
***
Ketika Anak-Anak Pergi mengikuti kisah Ma, Mi, dan Mo,
beserta Petronella setelah mengungkap bagaimana nasib Fifi di Mari Pergi Lebih
Jauh. Dari penulis mega-bestseller, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, anak-anak
dalam novel ini akan berhadapan dengan persoalan dewasa yang lebih menantang
dan tentu mengejutkan bagi dunia mereka; yakni persidangan. Sekaligus kita akan
berjumpa dengan beberapa tokoh baru yang menyemarakkan petualangan Ryan yang
suka pergi sendirian, atau Pak Arkue pemilik toko kue yang akan menjadi saksi
atas Mi di persidangan.


0 Komentar
Komen yang halus-halus aja, ya...