Ad Code

Responsive Advertisement

For You

6/recent/ticker-posts

Review Novel The Night Swim (oleh Megan Goldin)

 


Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan memang sangat sering kita lihat di dunia ini. Bahkan di Indonesia pun gak berhenti-henti, yang terbaru dilakukan oleh para mahasiswa dari kampus ternama. Jujur, ini sangat menjijikkan.

Aku sering bertanya pada diri sendiri, kenapa manusia bisa melakukan aksi bejat itu? Kenapa? Di mana letak salahnya? Namun, setelah kucari informasi, tidak ada yang benar-benar tepat jawabannya.

Karena memang para pelaku itu gak benar-benar punya alasan. Mereka adalah bajingan. Mereka adalah seburuk-buruknya manusia. Mereka telah merusak para korban yang tidak bersalah itu. Mereka wajib dihukum mati!

Kasus pemerkosaan juga ditulis dalam novel The Night Swim karya Megan Goldin. Ada dua kasus yang disorot dan pelaku sebenarnya ditelusuri. Penasaran gak sih? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Tentang Apa sih Novel The Night Swim?

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan adalah inti dari cerita ini. Keduanya akan diusut sampai tuntas dalam podcast Rachel. Dia dulunya adalah jurnalis investigasi. Lalu, berhenti dan memulai podcast-nya bersama manajernya sekarang.

Podcast-nya sangat terkenal. Dan sekarang, dia memulai season ke 3 siniarnya tentang kasus pemerkosaan yang sedang disidang di kota Neapolis.

Di sini pembaca akan diajak untuk menentukan apakah terdakwa yang ditunjuk bersalah atau tidak melalui siniarnya si Rachel. Di sisi lain, Rachel juga melakukan investigasi terhadap kasus satu lagi, yaitu pembunuhan seorang gadis 25 tahun yang lalu.

Plus & Minus Novel The Night Swim

Novel The Night Swim ini salah satu novel thriller yang sangat recommend untuk dibaca. Ada banyak sekali hal menarik yang akan membuat kamu terus membacanya sampai habis. Ya, meski begitu, ada juga beberapa hal yang kurang aku sukai sih.

1. Hal yang aku sukai dari buku ini

  • Terjemahannya bagus dan penulisannya rapi. Kasus yang pelik ini jadi enak sekali dibaca.
  • Aku suka penulis mengambil tema pemerkosaan dan memberikan opininya bahwa perempuan sering menjadi korban dan sering disalahkan oleh lingkungan sekitar.
  • Walau sempat kesal dengan kasus di pengadilan, aku senang dengan hukuman dan vonis yang didapat oleh pelaku. Menurutku ini cukup logis, terlebih di negara Barat yang cukup bebas.

2. Hal yang tidak kusukai dari buku ini

  • Sebenarnya aku kurang suka dengan kasus di pengadilan. Rasanya kayak suatu kebodohan. Jujur, di sini aku menyalahkan korban.
  • Ada beberapa adegan akhir yang merusak mood-ku, seperti ciuman di pipi. Menurutku itu gak perlu dan berlebihan.
  • Padahal kronologi kejadiannya ditulis dengan detail, tapi di akhir-akhir rasanya sangat cepat berlalu adegan per adegan.

Review The Night Swim

Apa sih penyebab orang melakukan pelecehan seksual?

Menurutmu, apa sih penyebab seseorang melakukan pemerkosaan? Awalnya aku berpikir bahwa ada beberapa hal yang membuat seseorang menjadi pelaku pemerkosaan. Pertama, karena terbiasa menonton atau membaca konten pornografi. Nafsunya gak bisa dikendalikan lagi dan akhirnya disalurkan ke seseorang yang menjadi korban.

Kedua, karena sering melihat cewek-cewek, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, baik orang biasa maupun selebriti, memakai pakaian yang sangat terbuka. Itu membuat beberapa orang yang awalnya tidak terangsang, akhirnya bergejolak dan lagi-lagi melampiaskan ke korban.

Yang ketiga, karena pengaruh lingkungan. Lingkungan mengajari para pelaku untuk melakukan perbuatan asusila itu. Mereka yang mudah terbawa arus akan semakin terperangkap di dalamnya.

Lalu, yang terakhir, karena memang mereka itu tidak bermoral. Tidak ada alasan spesifik, mereka hanya melakukan itu karena mereka senang.

Baca juga: Review Novel Kesetiaan Mr. X Karya Keigo Higashino

Dua Kasus Pemerkosaan di Novel The Night Swim

Novel ini memiliki terjemahan yang sangat bagus. Percayalah padaku kalau kalian tidak akan kebingungan membaca ini. Ide cerita yang dituliskannya juga tergolong tidak umum dan cukup baru. Karena biasanya novel thriller yang kubaca lebih fokus pada pembunuhan, sedangkan ini, meski ada pembunuhan, tetap yang difokuskan adalah pemerkosaan.

Ada beberapa karakter yang berperan penting di dalamnya. Semua penting. Meskipun beberapa yang menjadi saksi di pengadilan hanya muncul sekali saja, mereka semua memiliki identitas dan kesan tersendiri. Jadinya aku gak bingung walau tiap bab ada saja penambahan karakternya.

Selain karena keunikan masing-masing tokoh, plot yang rapi dan seru juga menjadi salah satu pemikat hatiku wkwk. Aku tidak mengarah, plotnya teratur sampai akhir. Ya, itu juga karena didukung sama gaya penulisannya yang rapi sih.

Kalau ketemu lagi dengan karya Mbak Megan Goldin ini, aku akan membacanya. Saking bagusnya gaya penulisan beli. Aku serius!

Di endingnya ada pengungkapan pelaku yang aku jamin 100 persen tidak ada yang bisa menebak. Di sini identitas pelaku dibuka dan kasus yang terpendam selama 25 tahun akhirnya terkuak. Aku cukup puas dengan akhirnya, apalagi dengan kejadian tragis yang menimpa si pelaku. Wah, langsung berterima kasih sama penulisnya.

Tapi, untuk membaca ini, sebaiknya kamu harus berumur di atas 13 tahun, ya. Menurutku novel ini harus dibaca oleh para remaja, biar mereka paham tentang pelecehan seksual dan apa konsekuensi yang akan didapatkan bila melakukannya.

Karena ya, memang pelaku dalam dua kasus dalam novel ini adalah para remaja yang masih ingusan dan aku yakin mereka sering menonton film porno. Aku harap semakin banyak penulis yang mengangkat permasalahan yang dialami perempuan seperti Mbak Megan Goldin ini.

Beli di sini!

Rekomendasi Buku dengan Vibe yang Sama

Saat membaca The Night Swim ini, aku langsung teringat beberapa novel yang kurasa memiliki tema atau vibe yang sama. Tentunya novel-novel ini juga tidak kalah bagus dengan The Night Swim. Berikut beberapa daftarnya.

1. A Good Girl’s Guide to Murder – Holly Jackson

Yuk, baca di sini!

Kasusnya sudah ditutup. Lima tahun lalu, Andie Bell dibunuh pacarnya, Sal Singh. Polisi tahu dia pelakunya. Semua orang di kota tahu dia pelakunya. Pippa Fitz-Amobi tumbuh dengan kisah pembunuhan tersebut. Ketika Pip memilih kasus Andie Bell sebagai topik proyek tahun terakhirnya di SMA, ia mulai mengungkap rahasia yang sangat ingin disembunyikan seseorang. Jika pembunuh sebenarnya masih ada di luar sana, seberapa jauh mereka akan berusaha menyembunyikan kebenaran dari Pip?

2. Good Girl, Bad Blood – Holly Jackson

Yuk, baca di sini!

Pip bukan lagi detektif. Dengan bantuan Ravi Singh, dia meluncurkan siniar true-crime tentang kasus pembunuhan yang mereka pecahkan bersama di tahun lalu. Siniar mereka viral, tapi Pip sudah berjanji pada keluarganya bahwa dia tidak akan jadi detektif lagi. Sayangnya, janji itu terpaksa dilanggar. Seseorang yang dia kenal, menghilang. Tak seorang pun tahu di mana Jamie Reynolds berada setelah malam memorial untuk mengenang Andie Bell dan Sal Singh. Polisi masih bergeming, tak kunjung menyelidiki. Kalau pihak berwajib tidak mau mencari Jamie, Pip yang akan melakukannya. Bisakah Pip menemukan Jamie sebelum sesuatu yang buruk menimpa cowok itu?

3. Podcase – Lia Nurida

“Tolong ....”

Suara rintihan yang terdengar di podcast misteri Podcase milik Briska viral! Ada teori bahwa itu suara Sofia, seorang siswa yang tewas di SMA Lentera Victoria dan konon bergentayangan di kawasan sekolah. Namun, banyak juga yang bilang itu hanya setting-an demi mengejar popularitas. Warganet menuntut pengakuan Briska.

Berlin, gadis cupu yang bersembunyi di balik nama siar Briska, ketakutan! Dia nggak ada nyali untuk mengungkap identitas karena isu trauma masa lalu. Namun, karena semakin tertekan, Berlin akhirnya meminta bantuan Kairo, cowok indigo di sekolah yang bisa berkomunikasi dengan arwah. Mereka berusaha mengungkap suara misteri itu.

Akan tetapi, Berlin dan Kairo nggak menyadari hal besar yang menanti mereka. Sebuah kasus mengerikan yang rasanya tak mampu dihadapi oleh dua orang murid SMA. Sanggupkah mereka menuntaskannya?

4) Kamar 807 Universe karya Riska

Yuk, baca di sini!

Valeny Windyelzy selalu mendapat siksaan yang tiada henti dari ayah dan kedua kakaknya.

Ayin Caroline Abimanyu dibuang oleh keluarganya karena menderita leukeumia.

Sabila Harumi Araya pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri. Janne Leonardo Putri terpaksa keluar dari sekolah karena menusuk kepala sekolahnya sendiri.

Keempat remaja putri tersebut dianggap sebagai pembawa sial oleh keluarga masing-masing, dan akhirnya "dititipkan" ke Asrama Cemara Putih, sebuah asrama eksklusif yang mengusung konsep "ketenangan jiwa dan pengembangan diri". Di sana, mereka berempat ditempatkan di kamar 807.

Semula, kehidupan Windy, Ayin, Sabila, dan Janne di kamar 807 begitu tenang dan menyenangkan. Namun, sejak Kepala Asrama mengusik mereka, kehidupan mereka tak lagi sama...

Berhasilkah mereka berjuang bersama menggapai terang? Atau mereka akan terperangkap pada kegelapan selamanya?


Posting Komentar

0 Komentar