Ad Code

Responsive Advertisement

For You

6/recent/ticker-posts

Review Novel Resign! (oleh Almira Bastari)

 

Ada beberapa alasan para karyawan ingin resign dari kantornya, salah satunya karena memiliki bos yang sangat menyebalkan, seperti Tigran. Memang di usia yang sudah sangat matang, memiliki hidup yang damai lebih penting, bukan?

Tapi, para karyawan Tigran tidak bisa mendapatkan itu karena sering disuruh lembur, bahkan sampai tengah malam. Bisa dibayangkan betapa tertekannya mereka, bukan? Kalau kamu jadi karyawan Tigran, kamu bakal ajuin resign juga gak?

Tentang Apa sih Novel Resign!?

Novel metropop ini menyoroti kisah kehidupan kantoran para anggota kelompok Cungpret alias Kacung Kampret. Mereka merasa menjadi kacung yang bisa diperintahkan oleh bosnya yang Maha Memerintah itu seenak jidatnya.

Yah, meski memiliki gaji yang besar bekerja di kantor konsultan itu, Alranita, Carlo, Karen, dan Andre ingin segera pindah. Namun, entah bagaimana nasib bisa selalu sial, tiap ada yang mendapat panggilan wawancara, ada saja rintangan yang diberikan oleh Tigran dan bos lainnya. Huft!

Tapi, mereka semua tentu tidak pantang menyerah. Semua itu demi bisa resign! Bahkan mereka sudah membuat taruhan siapa yang paling telat resign akan mendapatkan denda paling besar. Tentu itu sangat memotivasi mereka untuk menyebarkan lamaran ke mana-mana.

Lantas, kira-kira siapa ya yang berhasil pindah ke kantor baru duluan?

Plus & Minus Novel Resign!

Aku cukup menyukai novel ini. Ceritanya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, terutama para pekerja kantoran yang memiliki bos yang nyebelin. Ada beberapa hal yang menjadi poin plus dan minus dalam novel Resign! yang ingin aku bagikan. Check these out!

1. Hal yang aku sukai dari novel ini

  • Bahasanya yang ringan, sehingga bisa dibaca tanpa perlu berpikir keras. Pokoknya ringan banget!
  • Isinya 100% sama dengan judul dan blurb. Rasanya aku tidak dikhianati oleh penulisnya.
  • Setiap karakternya punya identitas kuat, jadi mudah dikenali dan diingat.

2. Hal yang tidak kusukai dari novel ini

  • Terlalu banyak dialog. Aku kurang suka karena membuatku lebih bosan dan lelah membaca semuanya. Akhirnya banyak yang aku skip.
  • Kisah cintanya agar cepat, rasanya kurang realistis, terutama dari sudut si cewek.

Review Resign!

Aku sering melihat novel ini dibicarakan oleh banyak orang. Tapi, jujur, saat itu belum ada rencana untuk membacanya. Tapi, tiba-tiba suatu hari aku ingin sekali membaca novel romantis yang bikin berbunga-bunga.

Akhirnya, temanku merekomendasikan novel ini. Ide cerita di dalamnya cukup umur. Tapi, karena gaya penulisannya bagus dan ringan, sehingga ini bisa kukatakan cocok sekali dibaca ketika jenuh, galau, stres, dan tidak mood membaca.

Karakter-karakter di dalam novel Resign! inilah yang membuat ceritanya semakin menarik, apalagi tim Cungpret. Mereka benar-benar bikin mood pembaca jadi bagus lagi, ya setidaknya itu yang kurasakan karena mereka cukup lucu.

Namun, kalau ingin membaca cerita romansa yang penuh kupu-kupu, rasanya novel ini kurang cocok. Memang plotnya menarik dan ada bumbu percintaan. Tapi, fokus di sini adalah kehidupan perkantoran. Kisah cinta yang ditampilkan hanya sebagai penyedap saja. Tidak lebih.

Ending yang dimiliknya seperti yang diharapkan pembaca, happy ending. Tapi, lucu juga untuk mendapatkan keinginan mereka, penulis menambahkan karakter lain yang cukup bikin tergelitik. Tergelitik dan kasihan ha ha.

Baca juga: Review Novel Aruna & Lidahnya (oleh Laksmi Pramuntjak)

Sebenarnya, novel ini aku yakin cocok dibaca oleh umur berapa pun. Hanya saja, untuk remaja sepertinya akan sedikit susah membayangkan kehidupan kantoran, dan mungkin tidak bisa terlalu menikmatinya. Tapi, untuk anak SMA dan para kaum dewasa, novel ini bisa menjadi pilihan sih.

 Beli bukunya sini

Rekomendasi Buku dengan Vibe yang Sama

Kalau kamu sudah membaca novel ini dan ingin membaca cerita yang serupa, aku punya beberapa daftar rekomendasi yang bisa menjadi pilihanmu. Ini dia beberapa judul novel yang cocok kamu baca.

1. Ganjil Genap – Almira Bastari

Yuk, baca di sini!

Gimana rasanya diputusin setelah berpacaran selama tiga belas tahun? Hidup Gala yang mendadak jomblo semakin runyam ketika adiknya kebelet nikah! Gala bertekad pantang lajang menjelang umur kepala tiga. Bersama ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, strategi pencarian jodoh pun disusun. Darat, udara, bahkan laut “disisir” demi menemukan pria idaman. Akankah Gala berhasil menemukan pasangan untuk menggenapi hari-hari ganjilnya?

2. Ikan Kecil – Ossy Firstan

Yuk, baca di sini!

Pertanyaan “kapan hamil?” harus dijawab oleh pasangan suami-istri Celoisa dan Deas dengan senyuman selama 45 bulan. Akhirnya mereka bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan kehadiran “ikan kecil” di perut Celoisa. Namun, ternyata itu bukan akhir dari masalah kehidupan rumah tangga mereka. Saat bayi Olei tumbuh perlahan, Loi dan Deas merasakan ada yang berbeda dari perkembangan anak mereka. Olei sulit sekali diajak berinteraksi. Sepertinya bayi itu hidup dalam dunianya sendiri. Setelah serangkaian tes dijalani Olei, vonis autis datang, Loi pun langsung diterjang rasa bersalah dan penyangkalan demi penyangkalan.

Ini kisah tentang “ikan” di perut yang lahir ke dunia. Tentang mendapatkan apa yang tak pernah diharapkan dan berusaha menerima apa yang tidak pernah diminta. “Loi, kamu bisa aja nggak menerima kalau Olei autis. Tetapi jangan lupa, Olei itu anak kamu, anak kita. Jangan lupa kalau seorang anak nggak pernah meminta untuk dilahirkan, tapi orang tua yang sering meminta Tuhan biar bisa punya anak.” 

3. Oh, My Baby Blues – Achi TM

Yuk, baca di sini!

Karier Kayla Natasha sebagai motivator remaja sedang menanjak. Dan, sedikiiit lagi, akan ada peluang tampil di acara talk show bergengsi bersama presenter ternama. Namun, Kayla tiba-tiba hamil. Dia sih pengin punya anak, tapi ya nggak harus sekarang juga. Waktunya nggak tepat. Kesibukannya sedang menggila. Bahkan ketika dia berusaha menampilkan citra perempuan tangguh yang tetap aktif selama kehamilan, morning sickness keparat menghajarnya sampai muntah-muntah dan ambruk di atas panggung. Segala rencana dan harapan Kayla ambyar di depan mata. Segala motivasi yang pernah dia sampaikan menguap begitu saja. Dan Kayla tidak tahu lagi, dengan cara apa dia mampu bangkit dari keterpurukan ini. "Penggambaran fenomena motivator berlatar sarjana psikologi yang satire dan penuh humor, Oh, My Baby Blue mengajak kita menertawakan diri sendiri." – Dr. Setiawati Intan Savitri M.Si, Dosen & Peneliti Psikologi, Founder Narrative Writing Therapy.

4) Hospital Cafe – Olivia Lin

Yuk, baca di sini!

Tarra tahu dia nekat ketika memutuskan untuk membuka kafe di rumah sakit tempat mantan tunangannya, Zidan, bekerja. Karena tampaknya lelaki itu masih belum puas menyakitinya. Zidan tak akan menyerah tentang Tarra. Dia sudah memberi Tarra waktu cukup lama, seharusnya amarah gadis itu akan surut seiring waktu. Adam seharusnya hanya mengamati Tarra dari kejauhan dan teguh pada komitmennya. Sayangnya, senyum Tarra yang selalu mampu menularkan kebahagiaan semakin jarang terlihat sejak Zidan kembali. Ketika masing-masing memutuskan menunda dan menunggu, waktu malah seolah mempermainkan mereka. Perasaan tak diundang itu justru hadir, membuat mereka kembali mempertanyakan keputusan yang sudah diambil. Ketika mundur bukan pilihan, mampukah mereka tetap berjalan apa pun risikonya?

 

Posting Komentar

0 Komentar