Ad Code

Responsive Advertisement

For You

6/recent/ticker-posts

Review Novel Halte Alam Baka (oleh Kai Elian)

 

Siapa orang yang sangat kamu rindukan sekarang, tapi sudah gak ada lagi di dunia? Kalau ada cara untuk menemui mereka, kamu mau? Aku juga mau. Aku sangat merindukan kakekku sekarang. (Yah, nulis ini sambil nangis deh).

Andai Halte Alam Baka yang dalam novel ini benar-benar ada di dunia nyata. Para tokoh di dalam ini berhasil mengucapkan hal yang belum sempat mereka ucapkan karena bisa bertemu kembali dengan orang yang sudah meninggal di halte ini.

Penasaran gak sih apa saja yang disediakan di halte goib ini dan bagaimana cara menemukannya? Kali aja kamu juga bisa melihatnya di dunia nyata, who knows.

Tentang Apa sih Novel Halte Alam Baka?



Aku merasa penulisnya sudah memprediksikan bahwa orang-orang akan berpikir bahwa tulisan tentang nenek tua di halte merah itu akan membosankan bagi para pembaca. Bahkan di bab awal novel ini sudah disebutkan begitu oleh percakapan dua wartawan bernama Julian dan Dewa.

Tapi, cerita tentang nenek perajut di halte merah yang dikenal sebagai Halte Alam Baka ini ternyata membawa kisah yang sangat menarik. Nenek ini akan mempertemukan anak terbuang dengan keluarganya lagi.

Nenek ini akan membuat seorang ibu yang sesaat kalap dengan jabatan jadi sadar lagi. Nenek ini memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk memberitahukan penjelasan yang tak sempat mereka lakukan saat masih bersama.

Novel ini mencampurkan kisah di tahun 1900-an dan tahun 2000-an. Bukan sekadar latar tahun yang berbeda, tetapi beberapa kejadian di tahun itu juga ikut diceritakan, seperti krisis moneter.

Plus & Minus Novel Halte Alam Baka

Novel yang memiliki kisah yang cukup kompleks antara banyak orang ini sesungguhnya cukup menyentuh hati. Beberapa adegan membuatku menangis. Beberapa adegan membuatku tertawa. Ada beberapa plus dan minus menurutku di novel Halte Alam Baka ini, seperti:

1. Hal yang aku sukai dari buku ini

  • Deskripsi keadaan sangat kaya dan detail. Ibarat kamu berjalan di kompleks, bahkan tetangga lagi jemur celana aja bisa kamu tahu dengan deskripsi ini saking nyatanya.
  • Meski ini novel fantasi, segala adegan-adegannya terasa nyata dan masuk akal. Entahlah. Kayak haltenya memang pernah ada di dunia nyata.
  • Gaya tulisannya sangat mudah dipahami. Best part sih. Aku suka sekali tulisan Kai Elian. Beliau seperti selalu bertumbuh dari karya awal, Vermilion Rain, sampai ini.

2. Hal yang tidak kusukai dari buku ini

  • Ada satu adegan yang kurang aku sukai, yaitu ketika Sandra dan Julian itu ngungsi ke satu rumah. Bahkan Sandra memperkenalkan Julian kepada tetangganya. Entahlah, aku kurang suka karena memang kan digabung sama tahun 19-an, di mana adat malu untuk tinggal serumah antara cewek dan cowok itu masih tinggi.
  • Adegan Julian kabur saat ada penguntit itu agak cepat. Padahal belum diapa-apain, tapi sudah kabur aja si Julian.

Review Halte Alam Baka

Satu hal yang aku langsung terpikirkan setelah membaca novel ini adalah bahwa karma perbuatan jahat seorang ayah akan ditanggung oleh anak perempuannya. Ya, di novel Alam Baka ada seorang laki-laki yang menghamili kekasihnya. Walaupun dia mau bertanggung jawab, kehidupan mereka sudah berbeda sejak pengungkapan kehamilan itu. Semuanya menderita.

Anaknya? Anaknya menjadi wanita simpanan, hamil di luar nikah, dan dicampakkan oleh kekasihnya. Ide cerita yang sungguh menarik digabungkan menjadi satu untuk memperbaiki segala kesalahan orang tua yang telah berzina kala itu.

Para karakter yang dihadirkan juga bisa langsung menancap di kepala pembaca karena memang semuanya khas. Penulisnya keren, bisa mengaitkan semuanya menjadi satu dan mengeksekusi beberapa di antaranya dengan cara yang natural.

Adegan-adegan mencekam saat pemberontakan pada krisis moneter akan membuat kamu tegang, karena aku merasakan itu. Plotnya yang cukup kompleks adalah inti dari keseruan membaca novel ini. Jadi, bukan hanya tentang si nenek rajut yang duduk di halte merah, ya.

Menurutku ini bukan novel yang ringan, karena banyak adegan cukup mencekam. Tapi, karena gaya penulisannya yang menurutku gak belibet, kelihatan ringan dan sederhana sehingga nyaman sekali dibaca.

Novel ini memiliki ending yang selesai dengan baik. Semua permasalahan terselesaikan dan semua bahagia. Ya, happy ending. Tidak perlu khawatir ada yang terluka, ya. Karena sepertinya fokus di sini adalah memberikan amanat tentang bagaimana keluarga pada akhirnya saling memaafkan dan menerika sih.

Halte Alam Baka ini adalah tipe novel yang cocok dibaca oleh kamu yang suka dengan kisah konflik zaman dulu dan permasalahan keluarga. Tapi, sebaiknya tidak dibaca oleh anak-anak, ya soalnya ada pembunuhannya.

Kira-kira kalau kamu bisa menemukan halte merah dengan nenek perajut, siapa yang ingin kalian temui dan apa yang ingin kamu sampaikan pada roh itu?

Rekomendasi Buku dengan Vibe yang Sama

Aku berpikir sebentar untuk memutuskan buku-buku apa saja yang mirip dengan Halte Alam Baka. Akhirnya, aku menemukan beberapa di antaranya. Meski tidak persis sama, beberapa bagian aku pikir mereka cukup satu frekuensi.

1. Journal of Terror – Pusaka karya Sweta Kartika

 

Yuk, baca di sini!

Prana dan Sukma.

Dua sepupu yang baru saling mengenal usai menerima warisan pusaka keris kembar itu harus berangkat bersama dalam sebuah misi mendesak untuk menerima wasiat lanjutan di makam mendiang kakek mereka.

Makam yang sungguh tak biasa. Keduanya harus mendaki jauh ke Gunung Lawu sebelum masa peralihan bulan mati demi menembus gerbang gaib Desa Kemit, tempat persemayaman terakhir sang kakek.

Di tengah ketidakpastian karena minimnya pengalaman dan berbekal peralatan pendakian pinjaman, muncullah sosok penolong berpenampilan mencurigakan bernama Umbu.

Siapakah ia? Penolong atau justru penghalang? Misi penting apa sebenarnya yang dipercayakan mendiang sang kakek kepada Prana dan Sukma?

2. Laut Bercerita karya Leila S. Chudori

Yuk, baca di sini!

Buku ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama mengambil sudut pandang seorang mahasiswa aktivis bernama Laut, menceritakan bagaimana Laut dan kawan-kawannya menyusun rencana, berpindah-pindah dalam pelarian, hingga tertangkap oleh pasukan rahasia. Sedangkan bagian kedua dikisahkan oleh Asmara, adik Laut. Bagian kedua mewakili perasaan keluarga korban penghilangan paksa, bagaimana pencarian mereka terhadap kerabat mereka yang tak pernah kembali.

Buku ini ditulis sebagai bentuk tribute bagi para aktivis yang diculik, yang kembali, dan yang tak kembali dan keluarga yang terus menerus sampai sekarang mencari-cari jawaban. Novel ini merupakan perwujudan dalam bentuk fiksi bahwa kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah yang telah membentuk sekaligus menjadi tumpuan bangsa Ini.

Novel ini juga mengajak pembaca menguak misteri-misteri bangsa ini yang mana tidak diajarkan di sekolah. Walaupun novel ini adalah fiksi, laut bercerita menunjukkan kepada pembaca bahwa negeri ini pernah memasuki masa pemerintahan yang kelam.

3. Tentang Ziarah yang Terkutuk karya Sesuji

Yuk, baca di sini!

Kobayashi, seorang editor lepas, mengajukan sebuah proposal ke penerbit berupa rencana pembuatan fanbook untuk kanal Occult Yankee milik YouTuber penjelajah tempat angker, Chanike (alias Ikeda).

Namun, jumlah subscriber kanal Occult Yankee masih dirasa kurang meyakinkan sehingga persetujuan untuk proposal itu masih sulit untuk didapatkan. Demi menutupi kekurangan tersebut, Kobayashi dan Ikeda memutuskan untuk membuat konten fanbook yang lebih menarik. Mereka pun mengumpulkan data tambahan dari tempat-tempat angker yang pernah dibahas dalam video Chanike sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang me­re­­ka kumpulkan dari internet dan sumber lain, Kobayashi dan Ikeda mulai mengarang berbagai teori yang sekiranya akan disukai oleh pembaca.

4) Rumah Amuk karya Eve Shi

Yuk, baca di sini!

Josie harus tinggal di rumah calon suami baru ibunya yang bernama Harlan, seorang duda beranak dua. Ibu Josie memutuskan menikah lagi dan membawa serta Josie menuju kediaman Harlan. Namun, sejak awal kepindahannya, Josie merasa tidak tenang. Dengan kepekaan yang dia miliki sejak kecil, Josie dapat merasakan bahwa ada penghuni lain di rumah itu.

Seorang gadis misterius berjari hitam. Bayangan rambut hitam panjang di dinding. Selain itu, masih ada sesuatu yang membuat Josie terusik: misteri kematian istri dan anak sulung Harlan.

Bagi Josie, semuanya mengarah ke satu pertanyaan. Apakah kehidupannya bersama keluarga baru ini akan menjadi awal malapetaka?

Posting Komentar

0 Komentar